Jumat, 20 April 2012

Berat, Pasar Toyota di Eropa

Toyota untuk pasar Eropa


Produsen otomotif Jepang, Toyota, memperkirakan pangsa pasarnya di Eropa akan meningkat di semester kedua tahun ini, namun permintaan mobil tidak akan meningkat sebelum pertengahan 2010, kata eksekutif perusahaan otomotif utama itu, Senin waktu setempat.

Tadashi Arashima, pimpinan Toyota Motors Eropa, mengatakan jelang pameran otomotif Frankfurt ke 63 bahwa “Semester kedua tahun ini akan jauh lebih baik dari semester pertama dalam kerangka pangsa pasar.”

Meskipun demikian, katanya, “Permintaan secara natural mungkin tidak akan pulih sampai semester kedua 2010.”

Arashima mengatakan kesehatan pasar tahun depan sangat tergantung pada apakah pemerintah akan melanjutkan upaya program “cash-for-clunker”, dimana pembeli memperoleh dana balik untuk penjualan mobil lama mereka untuk membeli mobil baru.

Wakil Presiden Eksekutif Toyota untuk Eropa, Didier Leroy, mengatakan, pangsa perusahaan di pasar Eropa, termasuk Rusia, sejauh ini pada 2009 berkisah 4,8 sampai 4,9 persen. “Sedikit lebih rendah dari tahun lalu,” katanya.

Arashima mengatakan, Toyota diperkirakan menjual 80.000 unit di Rusia tahun ini, anjlok dari 200.000 unit di tahun 2008.

Eksekutif perusahaan itu juga mengatakan Auris hatchback versi hybrid akan masuk pasar Eropa Barat di pertengahan tahun depan.

Toyota, Juli, mengumumkan bahwa mereka akan mulai membuat mobil tahun depan di pabrik yang berada di Deeside dan Burnaston, Inggris Tengah, dimana Auris versi non-hybrid aiap untuk diprduksi.

Spesifikasi Bajaj Pulsar 135 Ligth Sports




Engine Type: 4 stroke, air cooled, 4-valve, single cylinder, SOHC, DTS-i
Displacement: 13.66cc
Max Power: 13.5Ps @ 9000rpm
Max Torque: 11.4Nm @ 7500rpm
Bore x Stroke: 54 x 58.8
Compression Ratio: 9.8:1

Gear Box: 5 Speed (Pattern- 1 Down, 4 Up)
Starting: Kick + self start

Front Suspension: Telescopic front fork with antifriction bush (Stroke 130)
Rear Suspension: Trailing arm with Co Axial Hydraulic cum gas filled adjustable shock absorbers and triple rate coil spring

Front tyre: Tubetype Unidirectional 2.75 x 17″
Rear tyre: Tubetype Unidirectional 100/90 x 17″

Front Brakes: 240 mm Disc Brakes
Rear Brakes: 130 mm Drum Brakes

Fuel Tank: 8 liters, 2.5 liter reserve (1.6 liter usable)
Headlamp: 35/35w
Electricals: Full DC

Wheelbase: 1325mm
Ground clearance: 170mm
Kerb Weight: 122 kgs

sumber : antilogin.blogspot.com, gilamotor.com, otomotifnet.com

Pulsar 135 LS vs Minerva R150VX, pilih mana?




Pulsar 135 LS dan Minerva R 150 VX adalah motor yang sama – sama baru dilauncing. Keduanya merupakan alternatif pilihan jika kita sudah bosan dengan motor jepang. Menarik untuk dicermati kelebihan dan kekuarangan masing masing. Mari kita cermati keduanya seandainya kita disuruh memilih.

1. Desain

Secara kasat mata kedua memang beda aliran. Minerva R 150 VX merupakan motor sport sejati yang bisa menarik perhatian siapapun yang melihat. Sedangkan Pulsar 135 LS cenderung beraliran street bike yang lebih cocok untuk touring. Perhatikan lebih detail Minerva R 150 VX siapa yang gak kepincut dengan model full fairing dengan lampu utama projection, lampu sen led dengan garis bodi dari depan sampai buritan yang ciamik mirip motor sport punya Honda. Walaupun full fairing dan ber cc lebih gede ternyata bobot Minerva lebih ringan dari Pulsar 135 LS. Pantas jika majalah otomotif memberikan gelar best design untuk Minerva. Jadi jika anda mengedepankan style dan jarang ke luar kota tidak usah ragu Minerva R 150 VX memang pilihan yang tepat.

2. Performa

Bagaimana dengan performanya? walaupun Pulsar 135 LS mengusung mesin ber cc lebih kecil tapi performanya jauh diatas Minerva R 150 VX. Teknologi 4 valve dengan 2 busi tidak mampu diimbangi mesin 150 cc Minerva R 150 VX walapun sebenarnya Minerva telah melakukan perbaikan dengan memasang balancer. Liat saja komparasi keduanya :

Data performa
Minerva R150 VX
Pulsar 135 LS
0-60 km / jam
5,2 detik
4,8 detik
0-100 km / jam 19,1 detik
18,9 detik
0-201 m
12,3 detik
11,9 detik
0-402 m
20,4 detik
19,5 detik
Konsumsi BBM
36 km / L 45 km / L
Dari data ini terlihat akselerasi Pulsar 135 LS  lebih baik dari Minerva R 150 VX, baik untuk jarak 200 maupun 400 meter. Begitu juga untuk tarikan 0-60 km/jam maupun 0-100 km/jam pulsar meninggalkan Minerva R 150 VX. Untuk urusan pengiritan Pulsar 135 LS juga lebih unggul.   Lumayan jauh selisihnya, jika Minerva 1liter bensin sanggup melaju sejauh 36 km, Pulsar 135 LS 9 km lebih jauh didepannya. Satu hal lagi yang menjadi minus sekaligus tanda tanya mengenai durability mesin. Minerva hanya memberikan garansi mesin sejauh 18.000 km /3 tahun, sedangkan Bajaj sanggup menggaransi sampai dengan 30.000 km /3 tahun sama dengan produk jepang. Jika Anda adalah speed lovers tidak usah ragu Pulsar 135 LS adalah jawabannya.

3. Harga

Mungkin ini kehebatannya bajaj dengan performe yang lebih baik Pulsar 135 LS dibandrol lebih murah dari Minerva R 150 VX. Pulsar 135 LS dibandrol 14.7 juta OTR untuk wilayah Jakarta,sedangkan Minerva R 150 VX dibandrol 16,5 juta.

Jadi pilih mana?

Kalo boleh berandai – andai tentu pilihannya baju Minerva R 150 VX dengan mesin dan harga pulsar 135 LS. Tentu saja pilihan itu tidak ada, jika anda hanya menginginkan style pilihannya tentu Minerva R 150 VX, tapi jika anda perduli dengan performa dan sensitif dengan harga, Pulsar 135 LS tentu pilihan yang tepat.

——————————————————————————-

Berikut ini adalah Spesifikasi Minerva Sachs R 150 VX.

Mesin SOHC Silender tunggal dengan oil cooler dan engine balancer
Jenis Kopling Multiplate. Kopling Basah
Final Rasio 2,533
Diameter x Langkah torak 61 x 49.5
Tenaga Maksimum 13.5 PS / 9.500 rpm
Torsi Maksimum 10.5 Nm / 7.000 rpm
Rasio Kompresi 9.2 : 1
Pengoprasian Gigi 1-N-2-3-4-5
Pengapian Digital CDI dengan Electric dan Kick Starter
Tipe Batterai 12 V-7 AH
Panjang x Lebar x Tinggi 1982 x 675 x 935 mm
Jarak Sumbu Roda 1365 mm
Jarak Terendah 195 mm
Berat Kosong 115 kg
Beban Maksimum 150 kg
Kapasitas Tangki 12 Liter
Suspensi Depan Upside down
Suspensi Belakang Mono Shock
Rem Depan dan Belakang Disc Brake Double Piston
Ban Depan 80/90-17
Ban Belakang 120/70-17

Suzuki R3 penantang Avansa-Xenia




Pasar MPV memang merupakan pasar terbesar kendaraan roda empat di Indonesia dan duo Avanza-Xenia merupakan rajanya. Khusus untuk Suzuki melemahnya penjualan Suzuki dalam beberapa tahun belakangan ini membuat pihak manajemen berpikir perlu untuk membuat terobosan baru. Diam-diam ternyata Suzuki tengah mempersiapkan produk baru untuk bersaing dengan produk terlaris saat ini, yaitu Avanza-Xenia.

Produk  baru ini memang akan bermain di kelas sang raja yaitu  di bawah Rp 150 juta per unit.
Kabarnya model tersebut akan menggunakan platform dari Suzuki Konsep R3 yang dipamerkan pertama kali di India, awal tahun ini. Buat yang penasaran sosoknya tunggu waktu gelaran International Indonesia Motor Show 2010, akhir Juli mendatang, Suzuki berencana untuk memajang prototipenya.




Jika proyek ini bergulir diperlukan investasi sedikitnya 100 juta dollar AS. Saat ini perencanaan masih dilakukan di Jepang dan belum ada keputusan final.  Suzuki masih menimbang nimbang rencana menambah kapasitas produksi pabriknya di Tambun, Bekasi, yang saat ini hanya 100.000 unit per tahun nantinya akan menjadi dua kali lipat, 200.000 unit per tahun.

Tahun ini, Suzuki menargetkan penjualan akan mampu menembus 70.000 unit. Sementara pada 2011 diharapkan bisa menyentuh angka maksimum kapasitas produksi 100.000 unit.  Ada dua opsi. Jika penambahan kapasitas produksi jadi dilakukan, pertama harus membangun pabrik baru atau menggeser fasilitas perakitan sepeda motor.

Seperti apa sosok Suzuki R3 ini ?




Tampilan R3 benar benar cerminan kendaraan modern. Bentuknya aerodinamis dan sangat sporty. Kalo dilihat dari depan walaupun diambil dari platform suzuki SX4 tapi lebih mirip dengan Avansa- Xenia, setelah dilihat ke samping dan belakang barulah terlihat bedanya. Aslinya mobil ini cuma punya satu baris penumpang dibelakang dengan bagasi luas dibelakang, jika masuk indonesia bisa jadi menjadi dua baris.

Di India R3 akan mengusung mesin K-series 1.2L dan 1.4L. Mobil ini merupakan erjasama yang intensif dengan VW yang membeli saham Suzuki sebesar 20% membuktikan R3 menjadi mobil yang patut diperhitungkan.

sumber : tempointeraktif.com, inilah.com


Honda keluarin Vario Techno non CBS, jadi ketahuan jurus menaikkan harga




Tanpa ba bi bu Honda kembali merilis varian baru matik dari trah Vario Techno dengan mananggalkan piranti andalan Honda Combi Brake System (CBS). Varian baru ini ditawarkan dalam empat pilihan warna yaitu orion black, galactic blue, mars red, serta cosmic white dengan penambahan striping baru supaya terlihat lebih menarik dan dinamis. Tak hanya itu varian lain dari vario juga mengalami penyegaran striping warna.

Honda mematok harga 14.7 juta. Komposisi harga untuk jajaran matik Honda semakin rapat. Dimulai dari beat sw 12 juta, beat cw 12,5 juta, scoppy 13,5 juta, vario cw 14,3 juta, vario cbs 15,79 juta dan yang terbaru vario techno non cbs 14,7 juta. Dikeluarkannya varian tecno non CBS ini tentu saja bertujuan untuk mempersempit ruang gerak xeon yang dipatok pada harga 15,575 juta atau di tengah – tengah vario techno.

Keluarnya vario techno non cbs juga merupakan jawaban atas kritikan yang mengatakan vario cbs techno di bandrol kemahalan atau bahasa kerennya over price. Kalo di itung secara matematis Honda bisa dikatakan membantrol perangkat cbs seharga 990 ribu dan permak wajah dari vario menjadi tecno dihargai 400 ribu ?. Pada akhirnya terkuak juga jurus Honda menaikkan harga vario dengan cara halus sehingga orang tidak merasakan kenaikan itu. Jurus yang pintar, coba kalo dibalik dikeluarkan dulu vario non techno kemudian menyusul ditambahi cbs tentu konsumen bisa langsung teriak kemahalan.

Dari dulu motor2 Jepang terkenal menaikkan harga dengan cara hanya mengganti sripping, sangat berbeda dengan pabrikan lain, Bajaj misalnya. Bajaj melakukan up grade atas pulsar 180 ug 3 menjadi pulsar 180 ug 4 tidak lantas menaikkan harga. padahal yang di up grade cukup material seperti ukuran ban, shock depan  dan lainnya.

Menarik ditunggu adalah seberapa besar pengaruh keluarnya vario techno non cbs terhadap vario cw mengingat harganya terpaut sangat tipis. Bukan tidak mungkin akan ada jeruk makan jeruk dan jika itu terjadi bisa jadi varian vario cw akan berakhir untuk digantikan oleh vario techno non cbs. Bukankah dengan menghilangkan model vario cw akan membuat ongkos produksi semakin efesien. Dan itu juga bisa jadi menjadi tujuan Honda untuk menghilangkan vario cw secara alami.

Bagaimana menurut bro semua……




“Pesta otomotif” ala Otomotif Award 2011

bike of the year 2011


Seperti tahun lalu tahun ini majalah otomotif kembali menghadirkan penghargaan untuk motor – motor terbaik versi otomotif. Seperti juga tahun lalu award ini menghadirkan kontroversi di kalangan pecinta otomotif Indonesia. Sebelum dibahas apa saja yang menjadi kontroversi silahkan disimak dulu hasilnya yang diurutkan berdasarkan merk sesuai abjad  :


Bajaj
1. Bajaj Pulsar 135 LS: Sport 125-135 cc The Best Design
2. Bajaj Pulsar 135 LS: Sport 125-135 cc The Best Feature & Technology
3. Bajaj Pulsar 135 LS: Sport 125-135 cc The Best Value
4. Bajaj Pulsar 180 DTS-I: Sport 160-180 cc The Best Feature & Technology
5. Bajaj Pulsar 180 DTS-I: Sport 160-180 cc The Best Value
6. Bajaj Pulsar 220F DTS-I: Sport 200-225 cc The Best Feature & Technology
7. Bajaj Pulsar 220F DTS-I: Sport 200-225 cc The Best Value

Benson
1. Benson Like: Skutik 150-170 cc The Best Feature & Technology
2. Benson Super8: Skutik 150-170 cc The Best Fuel Consumption

Honda
1. Honda Blade 110: Bebek 110-115 cc The Best Design
2. Honda New Absolute Revo 110: Bebek 110-115 cc The Best Fuel Consumption
3. Honda Supra X 125 PGM-FI: Bebek 120-125 cc The Best Feature & Technology
4. Honda Supra X 125 PGM-FI: Bebek 120-125 cc The Best Fuel Consumption
5. Honda New CS1: Bebek Super The Best Fuel Consumption
6. Honda Revo Techno AT 110: Bebek Matic The Best Fuel Consumption
7. Honda Revo Techno AT 110: Bebek Matic The Best Value
8. Honda Scoopy 110: Skutik 1100-115 cc The Best Design
9. Honda Vario 110: Skutik 1100-115 cc The Best Performance & Handling
10. Honda Vario CBS Techno 110: Skutik 1100-115 cc The Best Feature & Technology
11. Honda Beat 110: Skutik 1100-115 cc The Best Fuel Consumption
12. Honda PCX 125: Skutik 125 cc The Best Feature & Technology
13. Honda PCX 125: Skutik 125 cc The Best Fuel Consumption
14. Honda New Mega Pro 150: Sport 150 cc The Best Performance & Handling
15. Honda New Tiger Revo: Sport 200-225 cc The Best Fuel Consumption
16. Honda CBR 250 R: Sport 250 cc The Best Design
17. Honda CBR 250 R: Sport 250 cc The Best Feature & Technology
18. Honda CBR 250 R: Sport 250 cc The Best Fuel Consumption
19. Honda CBR 250 R: Rookie of The Year 2011

Kawasaki
1. Kawasaki Ninja 250 R: Sport 250 cc The Best Performance & Handling
2. Kawasaki D’Tracker-X 250: Dual Purpose The Best Performance & Handling
3. Kawasaki KLX 250S: Dual Purpose The Best Feature & Technology
4. Kawasaki D’Tracker 150: Dual Purpose The Best Fuel Consumption
5. Kawasaki KLX 150S: Dual Purpose The Best Value

Minerva
1. Minerva GTR 150: Skutik 150-170 cc The Best Design
2. Minerva GTR 150: Skutik 150-170 cc The Best Performance & Handling
3. Minerva GTR 150: Skutik 150-170 cc The Best Value
4. Minerva R150 VX: Sport 150 cc The Best Value
5. Minerva New Megelli 250 RE: Sport 250 cc The Best Value
6. Minerva Megelli 250S: Dual Purpose The Best Design

Suzuki
1. Suzuki New Satria FU 150: Bebek Super The Best Performance & Handling
2. Suzuki New Satria FU 150: Bebek Super The Best Feature & Technology
3. Suzuki Hayate 125: Skutik 125 cc The Best Design
4. Suzuki Thunder 125: Sport 125-135 cc The Best Performance & Handling
5. Suzuki Thunder 125: Sport 125-135 cc The Best Fuel Consumption

TVS
1. TVS Neo X3i 110: Bebek 110-115 cc The Best Feature & Technology
2. TVS Neo X3i 110: Bebek 110-115 cc The Best Value
3. TVS New Rockz 125: Bebek 120-125 cc The Best Design
4. TVS New Rockz 125: Bebek 120-125 cc The Best Performance & Handling
5. TVS New Rockz 125: Bebek 120-125 cc The Best Value
6. TVS New Apache RTR 160: Sport 160-180 cc The Best Design
7. TVS New Apache RTR 160: Sport 160-180 cc The Best Performance & Handling
8. TVS New Apache RTR 160: Sport 160-180 cc The Best Fuel Consumption

Viar
1. Viar Vior 125: Skutik 125 cc The Best Value

Yamaha
1. Yamaha New Zupiter Z 115: Bebek 110-115 cc The Best Performance & Handling
2. Yamaha New Jupiter MX 135: Bebek Super The Best Design
3. Yamaha New Jupiter MX 135: Bebek Super The Best Value
4. Yamaha Lexam 115: Bebek Matic The Best Design
5. Yamaha Lexam 115: Bebek Matic The Best Performance & Handling
6. Yamaha Lexam 115: Bebek Matic The Best Feature & Technology
7. Yamaha Mio Sporty 110: Skutik 1100-115 cc The Best Value
8. Yamaha Xeon 125: Skutik 125 cc The Best Performance & Handling
9. Yamaha Byson 150: Sport 150 cc The Best Design
10. Yamaha New V-Ixion 150: Sport 150 cc The Best Feature & Technology
11. Yamaha New V-Ixion 150: Sport 150 cc The Best Fuel Consumption
12. Yamaha New Scorpio Z 225: Sport 200-225 cc The Best Design
13. Yamaha New Scorpio Z 225: Sport 200-225 cc The Best Performance & Handling
14. Yamaha Byson 150: Bike of The Year 2011

Kontroversi pertama tentu saja masalah banyaknya award yang diberikan. Tidak tanggung tanggung ada 65 award tanpa memperdulikan jumlah motor tiap segmen yang ada dipasaran. Banyaknya award yang diberikan telah mengalahkan award di negara lain yang biasanya hanya mengambil satu pemenang untuk setiap segmen motor untuk meningkatkan gengsi penghargaan. Terkesan kuat Otomotif mencoba merangkul sebanyak mungkin pabrikan biar semua kebagian, tentu saja ini ada kaitannya dengan pendekatan dari sisi bisnis.




Dari sekian banyak penghargaan tentu saja yang menjadi perhatian utama adalah Bike of The Year dan Rookie of The Year 2011. Sebagai marque penghargaan kedua penghargaan di atas mempunyai nilai gengsi yang lebih tinggi dibanding dengan yang lain. Pilihan Otomotif terhadap Yamaha Byson ketimbang CBR 250 menimbulkan tanda tanya besar. Apa argumentasi Otomotif memenangkan Byson? apa karena CBR 250 sudah mendapat gelar Rookie of The Year 2011 sehingga tidak berhak atas penghargaan Bike of The Year 2011 ? CBR menjadi Rookie of The Year 2011 wajar mampu mengungguli lawan – lawannya seperti Byson Yamaha, Honda New megapro, Bajaj Pulsar 220 dan Honda Scoopy.

Rasa – rasanya CBR 250 punya modal lebih banyak ketimbang Byson. CBR 250 yang mampu meraih tiga katagori penghargaan ( The Best Design, The Best Feature & Technology dan The Best Fuel Consumption) lebih pantas menjadi Bike of The Year 2011 ketimbang Byson yang hanya meraih satu katagori penghargaan ( The Best Design). Saya cuma bisa menduga ada alasan tersembunyi dibalik kemenangan Byson atas CBR 250.

Katogori lain yang mengundang kontroversi adalah kemenangan lexam atas Revo dalam katagori The Best Feature & Technology. Logika sederhana yang dipake  adalah Revo AT sudah menggunakan injeksi sedangkan Lexam masih pake carbu, lha kok bisa secara teknologi Lexam lebih baik dari Revo AT. Di segmen sport yang menjadi pembicaraan adalah kemenangan atas Tiger dan Pulsar 220. Kalo handling subyektifitas bicara tetapi dari speksifikasi yang ada Pulsar 220 terlihat lebih baik ketimbang Yamaha New Scorpio Z apalagi dibanding Tiger. Masih di segmen sport 200-225 Tiger sepertinya masih dianggap paling irit. Walaupun masih bisa diperdebatkan tahta yang diperoleh Tiger layak untuk dipertanyakan.

Kemenangan Thunder 125 atas Pulsar 135 LS di katagori  The Best Fuel Consumption juga patut dipertanyakan. Kalo mau jujur Bajaj XCD 125 yang gak masuk nominasi patut diunggulkan. Bukankah XCD  125 masih dijual oleh Bajaj, atau paling tidak Pulsar 135 LS rasanya masih bisa bersaing dalam hal keiritan. Kalo berkaca dari ajang yang sama tahun sebelumnya Thuder 125 tidak mendapat award apa2, sedangkan si Baby Pulsar berhasil meraih The Best Value 2010 kelas 125-160 cc.

Tetapi apapun keputusan Otomotif itu adalah hak mereka untuk menilai sesuai dengan versi atau keinginan mereka. Kita hanya bisa mengkritisi untuk perbaikan event tahun depan itupun kalo diterima…


motor sports pictures